Halaman

Senin, 19 Januari 2015

Ketahuan Kembar

Rufaidah & Nusaibah usia 2 hari 

Kehamilan kedua kali ini memang di rencanakan dan Alhamdulillah langsung di kabulkan. Nikah di bulan februari 2010 dan hamil anak pertama juga di bulan februari. Dan hamil kedua pun di rencanakan bulan februari biar lahirnya sama bulan oktober seperti anak pertama, tapi ternyata bulan kelahiran berbeda hehehe

Awalnya ragu, apa mungkin bisa nanti hamil di bulan februari seperti anak pertama? ehh ternyata bisa, mungkin waktu subur, jadi langsung deh, Alhamdulillah diberi kemudahan untuk hamil kedua kalinya.

Kehamilanku yang kedua ini sungguh luarbiasa
Luarbiasa lelahnya
Luarbiasa ngidamnya, mual muntah sering sekali
Luarbiasa lapernya :D

Pokoknya, kehamilan pertama dan kedua bertolak belakang lah, berbalik 100%
Kehamilan pertama gak mual apalagi muntah, gak mudah lelah malah sering bersepeda, malemnya melahirkan, paginya pun masih bersepeda xixixi
Tapi, kehamilan kedua ini sangat manja sekali
Dari situ, aku menyimpulkan, ini anaknya perempuan kayaknya
Soalnya ada beberapa temen yang cerita kalau anak laki-laki dan perempuan itu beda proses kehamilannya, walau yang satu benar dan yang satu salah hehehe

Waktu itu, anak perempuan atau laki-laki gak penting, yang penting sehat, gak lemes dan semangat. Menyemangati diri sendiri karena waktu hamil hari-hari rasanya malas terus karena kelelahan padahal gak ngapa-ngapain.
Kehamilanku kedua ini unik, setiap bulan ku rutinkan periksa ke bidan dengan keluhan yang berbeda-beda. Bulan pertama mual, kedua pun mual dan lemas, ketiga pun masih mual dan badan rasanya mau copot semua. Dari bulan kebulan ku periksakan, tidak ada yang aneh dalam perutku, tapi perutku ini rasanya berat sekali dan bidanpun memfonis kalau babyku terlalu besar. Waktu itu usia kandunganku  6 bulan, berat sudah 2 kilo dan bidan melarangku makan manis-manis agar si baby tidak membesar.

Khawatirlah diriku ini, panik, mau makan selalu mikir-mikir "jangan makan banyak-banyak, jangan makan yang manis-manis. inget, baby sudah besar, nanti pas lahiran susah keluar kalau baby terlalu besar" pikiranku selalu begitu. Akhirnya aku drop, lemas, darah rendah, melayang rasanya karena menghindari rasa manis, mengurangi makan. Karena rasa takut menyelimuti, jadilah aku ke dokter untuk USG, padahal rencana USG nanti saja di usia 8 bulan, gagal deh.

Sampai disana, sang dokter kaget "loh loh, baru 6 bulan sudah besar sekali perutnya. kembar ini mb" ucap bu dokter sebelum periksa dan tepat kata bu dokter, USG berjalan dan menunjukkan babyku ada dua, Alhamdulillah rasanya terharu dan aku pun disarankan untuk makan banyak, berat baby normal. Seneng rasanya hati ini, azzam pun tak kalah heboh, dia senang mau punya adik dua sekaligus :D

Bulan berikutnya yaitu ke 7 aku periksa lagi ke bidan, niatnya gak cerita dulu biar kaget, karena biasanya kalau mau periksa, bu bidan gak cek buku dulu tapi langsung periksa, la kok ini cek buku dulu, jadinya ketahuan deh klo kembar xixixi
Kenapa kok bu bidan gak tau kalau kembar? karena babynya lintang, ada di atas jadi gak ketahuan detak jantungnya, itulah yang membuatku lelah setiap hari, susah bernafat, susah bergerak karena di atas ada baby.

Jadi, ketahuannya kembar karena perut terlalu berat, katanya baby sudah besar jadi gak boleh makan manis. USG lah yang membuka misteri keberatan perutku xixixi
Untung ya di USG, kalau gak kan jadi susah, aku jadi gak berusaha membetulkan posisi yang lintang ini. Alhamdulillah Allah meunjukkan jalan untuk USG saja biar ketahuan :D
»»  Lanjut Yukk...

Rabu, 31 Desember 2014

Keajaiban Do'a

Rufaidah & Nusaibah
Usia Jalan 4 Bulan

"mb, kasih tau triknya biar bisa punya anak kembar donk"
"mb lita, gimana caranya biar anaknya perempuan"
dan masih banyak lagi pertanyaan yang serupa tapi tak sama :D
mungkin ada 5 an orang yang tanya begitu, aku jadi bingung jawabnya gimana hehe
masalahnya, itu semua atas kehendak Allah Sang Pemberi, jadi ya kita terima saja dengan baik dan penuh syukur.

Seperti yang ku katakan di atas, bahwa Allah adalah Sang Pemberi. Jadi, kalau mau ini itu, mintalah padaNya. Allah itu baik kok, Allah itu murah hati karena setiap permintaan hambaNya selalu di kabulkan, entah saat itu juga, besok, bulan depan, tahun depan atau nanti kelak di akhirat, yang jelas, Semua permintaan selalu di kabulkan.

Seperti semua permintaanku, Alhamdulillah semua di kabulkan olehNya tanpa kurang suatu apapun. 
"Apa saja permintaan mb lita emangnya?" begitu pertanyaan seseorang setelah ku jelaskan bla bla bla

Saya bukan mau sombong, cuma mau berbagi saja karena semua permintaan alias doa-doaku di kabulkan oleh Allah.

Permintaan dan Doaku
Ingin memiliki anak kembar

Sebelum hamil anak kedua, setiap kali facebook an yang tampil di beranda selalu orang yang memiliki anak kembar, perempuan. Dalam hati, "duhh cantik-cantiknya, lucu, menggemaskan, sepertinya enak punya anak kembar apalagi perempuan. Masih kecil di pakein jilbab, duhh bagus kayaknya". Bertebaran anak kembar begitu sering di berandaku, nah itulah yang membuatku ingin sekali memiliki anak kembar. Impianku waktu itu, kalau punya anak perempuan, kembar, nanti sejak kecil ku biasakan berjilbab. 

Alhamdulillah, Allah kabulkan doaku. Tidak lama aku hamil, dan kembar, begitu bahagianya saat dokter berkata anakku kembar, ingin loncat-loncat karena bahagia tapi gak jadi, inget perut buncit hehe

Bagaimana bisa tahu kembar? di usia berapa? nanti saya jawab di postingan berikutnya :D
Ingin melahirkan normal
Hamil bayi kembar katanya banyak yang cesar, jadi langka yang bisa melahirkan normal. Duhhh, dalam hati, gimana ini. Waktu bidan menyatakan bayiku kembar, beliau angkat tangan, apalagi bayi yang ku kandung satunya melintang. Bidan menyarankan ke dokter saja, lemes aku tau begitu. Lalu, setiap hari aku memikirkan nasibku kelak ketika melahirkan. Dana? Cesar? duhhh cesar itu butuh dana banyak, dan aku tidak punya dana sebegitu banyak untuk lahiran.Ku terus berdoa agar dimudahkan dalam proses melahirkan dan alhamdulillah Allah menujukkan jalan untuk daftar BPJS adalah solusinya.

Tetapi walau begitu, aku tetap berusaha untuk melahirkan normal. 6 bulan, 7 bulan dan 8 bulan hasilnya pun tetap, harus mengambil jalan cesar. Ya Allahu Robbi, aku semakin mendekatkan diri padaNya, yang membolak balikan semua kehidupan. Waktu orangtua tahu aku harus cesar, orangtua berencana ke kudus untuk menjagaku dan merawatku, tapi masih rencana. 

Dalam hati selalu berfikir "kalau cesar, gak boleh membawa beban berat selama 3 bulan, harus ada yang bantu-bantu, padahal kami sebatang kara di kudus ini, tidak ada orangtua maupun saudara" alhamdulillah selalu berprasangka baik pada Allah. 

Kehamilan ku memasuki bulan ke 8, dan di bulan-bulan itu aku harus cek posisi atau USG setiap pekan, aku masih berharap ada keajaiban disana. Pekan pertama masih posisi yang sama, pekan kedua dan ketiga pun demikian, ya sudahlah aku pasrah dengan keadaan. Walau aku pasrah tapi hati ini masih ingin melihat ke ajaiban, pekan terkahir aku cek lagi, dan Alhamdulillah dokter berkata "bisa lahiran normal mb" pengen peluk suami dan azzam waktu itu saking bahagianya, tetapi gak bisa karena masih berbaring, di priksa hehe

"bu, nanti bisa melahirkan dengan bu santi gak?" ku tanyakan prihal itu pada bu dokter yang alhamdulillah perempuan
"haduhh, gimana ya, sepertinya gak bisa" jawabnya sembari memeriksa kandungan
ku lemparkan senyum kecut dan menghela nafas karena kecewa mendengar jawan bu dokter itu
"dekk, lahirnya sebelum bu santi pergi haji ya, tanggal 14 ya paling lambat" mengelus-elus perutku. mungkin bu dokter tau kalau aku kecewa, jadi beliau berkata begitu. Karena memang beliau tanggal 16 berangkat haji. Ucapan bu dokter membuatku tersenyum kembali dan kami pun saling tersenyum.

Ingin melahirkan dengan dokter perempuan

Hati ini masih gelisah dengan kelahiran anak-anak nanti, karena kelahiran itu tidak pasti, tidak bisa di tentukan kecuali cesar. Aku terus berdoa agar bisa melahirkan normal dengan bu dokter. Di rumah sakit itu hanya ada 3 dokter kandungan dan yang kedua dokter itu adalah laki-laki. Ya Allah, aku tak mau melahirkan dengan dokter laki-laki, dan aku berkata sama Allah "ya Allah, Engkau menyuruh kaum muslimah menutup aurat, dan aku pun sudah menutup aurat, masak harus lahiran dengan dokter laki-laki? hindarkanlah auratku di lihat oleh orang bukan muhrim" doaku sungguh terlalu sepertinya ya?

Alhamdulillahu Robbi, melahirkan memang tidak ada yang tau pastinya tetapi Allah mendengarkan doaku untuk melahirkan dengan dokter perempuan. Paginya aku periksa USG, bu dokter berbicara kompromi dengan si bayi, malemnya aku melahirkan. Sujud syukur ku ucapkan waktu itu dan waktu aku melahirkan pun orangtua sudah ada di sisiku, merawatku, Subhanallah. Ibuku datang ke kudus siang hari dan malam harinya mengantarku ke rumah sakit untuk melahirkan.

Dan masih banyak lagi doa'doa yang ku ucapkan kepada Sang Pemilik, Sang Pemberi hingga saat ini. Seperti yang ku katakan di atas, doa-doa kita pasti di kabulkan olehNya, entah itu sekarang, tahun depan atau kelak di akhirat. Jadi, teruslah berdoa, minta kepadaNya apapun yang kita mau, karena doa itu gratis, Allah menyukai hamba-hamba yang berdoa dan meminta padaNya, tetapi....di lengkapi dengan ibadah ya :)

note : Memiliki anak kembar katanya karena keturunan dan saya memang ada keturunan kembar dari mbah, ibunya ibu. tetapi ada juga tetangga rumah ibu yang tidak memiliki keturunan kembar, berdoa minta anak kembar di kabulkan dan memiliki anak kembar. Wallahu 'alam
»»  Lanjut Yukk...

Sabtu, 27 Desember 2014

Penyangga Kepala


 
Yuhu, benar sekali. penyangga kepala adalah leher hehehe
Alhamdulillah Ufa dan Aiba sudah bisa menyangga kepala di usia 3 bulan 20 hari atau 4 bulan kurang 10 hari walau belum sempurna tetapi sudah bisa.

Ku amati setiap perkembangannya selalu membutuhkan waktu satu bulan. seperti dia mulai bisa senyum, menyangga kepala dan melihat, memang untuk melihat membutuhkan waktu yang paling lama yaitu 2 bulanan. Dan setelah ini, akan mengamati kapan waktunya mereka tertawa geli alias tertawa yang bersuara :D

Mereka sebenarnya sudah 2 bulan yang lalu sudah mulai tertawa tapi belum bersuara, ku kira bakalan tertawa bersuara duluan yang muncul, ternyata menyangga kepala duluan hehehe dugaan salah besar. dan sekarang mereka sedang menikmati masa-masa menyangga kepala dengan riang. soalnya, semenjak sudah bisa menyangga kepala, maunya di gendok berdiai atau setengah duduk/bersandar ya? entahlah namanya apa xixixi

Mungkin mereka sedang berlatih agar menyangga kepalanya bisa lebih kuat dan kokoh, karena masih baru, jadi kelapa masih suka goyang-goyang kesana kemari bak ular kobra india yang sedang menikmati alunan seruling andalan xixixi ono-ono wae, eh atau seperti tinatun :D

Ya sudahlah, perkembangan si kembar cukup bagus, semoga perkembangan berikutnya tertawa terbahak-bahak biar rame, aku suka kalau denger bayi tertawa geli xixixi
»»  Lanjut Yukk...

Selasa, 09 Desember 2014

Tatap Muka Dan Dialog

Nusaibah &  Rufaidah
Usia 3 Bulan

Si kembar Nusaibah &  Rufaidah sudah bisa tertawa? bahagia sekali diri ini ketika melihat mereka tertawa, karena menunggu moment seperti itu membutuhkan waktu yang cukup lama. karena setiap orangtua ingin cepat-cepat berbicara dengan bayinya, padahal tidak ada bayi yang baru lahir bisa di ajak bercanda bukan?

Si kembar Nusaibah &  Rufaidah selalu ku pantau perkembangannya , dari mulai mereka bisa melihat, hingga bisa tertawa ketika di ajak dialog. Nusaibah &  Rufaidah bisa di ajak bercanda, di ajak berbicara ketika usianya menginjak 2 bulan lebih 2 pekan. dan ternyata mereka tidak kompak, tidak sama dalam setiap perkembangannya, selalu Rufaidah terlebih dahulu dalam hal ini. mungkin karena Rufaidah jadi sang kakak kah? 

Katanya, ini baru katanya dan saya tidak tahu akan hal ini, kalau saya mah semua bisa jadi kakak dan jadi adik karena lahirnya di hari yang sama, hanya selang beberapa menit saja. Kata orang, bayi kembar yang lahir duluan itu adalah adik, yang lahirnya belakangan itulah sang kakak. alasannya, si kakak ini menyuruh sang adik keluar duluan, sang kakak mengalah belakangan, begitu katanya. entahlah itu ilmu darimana saya tidak tau, setau saya ya yang keluar duluan itu si kakak, ya sudahlah pikirku, semua bisa jadi kakak dan bisa jadi adik. nah, kebetulan si Rufaidah ini yang lahirnya belakangan, apakah benar dia sang kakak? karena setiap tumbuh kembangnya dia duluan? wallahu'alam

Perkembangan Nusaibah &  Rufaidah tidak pernah sama, ketika Rufaidah sudah bisa melihat, Nusaibah belum bisa. Selang beberapa hari baru bisa melihat dan ketika di ajak berdialog pun demikian, Rufaidahlah yang pertamakali bisa di ajak bercanda lalu Nusaibah pun menyusul. Tapi tak apa, yang penting mereka sehat walau setiap perkembangannya selalu tak berbarengan. Aku bahagia setiap melihat perkembangan yang mereka alami. sekarang di usianya yang ke 3 bulan, mereka lebih sering tertawa walau belum bersuara, mereka ingin di ajak bercanda, di ajak berdialog dari pada di diamkan.

Yah, mereka senang jika di ajak berdialog, ketika kita berbicara atau bercerita padanya, mereka akan tertawa senang, entah apa yang mereka tertawakan tetapi dengan melihat mereka tertawa, diri ini jadi ikut tertawa karena tertawanya lucu sekali, sejuk bila memandangnya.

Curhatan hati seorang ibu ya seperti ini, bahagia ketika melihat satu persatu perkembangan anak muncul :D
Menunggu moment-moment selanjutnya yaitu menegakkan kepala, tertawa yang bersuara dan seterusnya ^_^ menanti dengan setia setiap perkembangannya.
»»  Lanjut Yukk...

Kamis, 13 November 2014

Tumbuh Kembang Baby

Usia 1 bulanan

Pertumbuhan bayi memang sangat cepat, tapi ketika menghitung hari, waktu terasa lama. Saya baru kali ini mengamati pertumbuhan bayi, anak kembar saya. Ini gegara sang ibu waktu si kembar usia dua hari "si kembar wes iso ndelok urung?" dan aku pun mengamatinya, belum. mereka belum bisa melihat dan katanya di usia 5 hari baru bisa melihat. saya tunggu hingga usia 5 hari, si kembar pun belum bisa melihat. ada lagi yang bilang usia 2 bulan, menghitung hari, sepekan, dua pekan dan sampailah di ujung dua bulan, tetapi si kembar pun belum bisa melihat.

Ahhh ya sudah lah, gak usah di hitung-hitung, ntar klo sudah waktunya melihat juga melihat, pikirku. dan ternyata, si kembar bisa melihat di usia 2 bulan 6 hari. Memang, pertumbuhan baby memang berbeda. Saya dulu tidak mengamati anak pertama soalnya, di usia berapa dia melihat.

Setelah si kembar bisa melihat, sekarang saya menghitung-hitung hari lagi, usia berapa nanti si kembar bisa di ajak ngobrol, atau dia ngobrol sendiri alias ngoceh. terlihat lama memang jika di hitung-hitung, tapi karena sudah sejak awal menghitung hari, jadi terasa biasa saja hehe

Tumbuh kembang si kembar, akan menjadi momen yang paling berharga karena setiap pertumbuhan selalu ku abadikan. semoga si kembar Ufa dan Aiba menjadi anak sholihah ya nak ^_^

Usia 2 bulan

»»  Lanjut Yukk...

Selasa, 11 November 2014

Bukannya Santai Tapi Memanfaatkan Peluang

Kehidupanku sekarang sangat berubah, terutama soal anak. Ya, karena anak bertambah 2, namanya ufa dan aiba, kembar, perempuan. Ya Allah, jadikan mereka anak-anak yang sholihah dan cerdas..aamiin

Tetangga, tidak hanya satu tapi semua bilang kalau saya ini punya anak tapi seperti tidak mempunyai anak. Kenapa? karena saya masih bisa menyapu halaman, memotong rumput, belanja ke warung tanpa beban meninggalkan anak. Mereka selalu melihat dan berpandangan kalau orang yang memiliki bayi itu sangat repot, sangat sibuk, apalagi baby saya kembar, pastinya dua kali super sibuknya. Tapi justru terlihat sangat santai.

Tidak hanya tetangga, tetapi teman-teman dunia maya terutama di facebook pada bilang "kok bisa online? hah, bisa masak dan nyuci?" dan kalimat kaget yang lainnya. Saya sendiri juga heran, iya ya, kok saya bisa santai begini, online di depan pc dan terkadang ngobrol santai dengan suami yang sedang service di rumah.

Tapiiiiiiiii setelah saya pikir-pikir dan saya rasakan, hati saya berteriak SAYA TIDAK SANTAI, SAYA INI SANGAT REPOT SEKALI

Setiap ada orang yang mengatakan saya ini enak sekali, punya anak tapi bisa santai. Hati saya bergemuruh, bergemuruh seperti gunung berapi yang akan memuntahkan laharnya yang begitu panas. Dan yang mengatakan kalimat itu seringkali tetangga sebelah rumah, setiap berjumpa.

Sekali lagi saya katakan SAYA TIDAK SANTAI, SAYA INI SANGAT REPOT SEKALI hanya saja SAYA MEMANFAATKAN WAKTU, MEMANFAATKAN KESEMPATAN YANG ADA

Sungguh, saya ini sangat repot sekali, lelah yang kurasakan sampai menyakiti seluruh badan. Kaki pegal sampai tumit mati rasa saking seringnya buat berjalan kesana kemari, mengangkat beban berat, lutut linu sampai susah untuk di lekukkan, pinggul rasanya seperti mau patah karena kelelahan. Saya ini jarang sekali tidur, apalagi tidur siang, sama sekali tidak pernah karena ketika anak-anak sedang tidur, waktu ku manfaatkan untuk beberesan.

Si kembar tidur terus? memang baby itu kerjaannya tidur. tetapi ketika mereka pipis pasti bangun dan itu sangat sering sekali. Apalagi babyku tidak ku pakaikan pempers kecuali popoknya habis dan kalau sayanya sedang sakit atau musim hujan. Hari-hari biasa, anak-anak pakai popok, jadi seharian itu popok bisa habis satu bak besar. Maka dari itu, waktu saya itu habis untuk mengurus anak dan rumah, tidak santai.

Ketika anak tidur, saya mencuci (terkadang suami yang mencuci, saya yang menjemur), memasak, mengepel dan menyapu. Menyapu halaman dan memotong rumput jikalau pekerjaan lainnya sudah beres dan masih ada waktu. Waktu tidak pernah saya sia-siakan untuk leyeh-leyeh tetapi ku gunakan untuk mengerjakan sesuatu dan di sela-sela menyelesaikan pekerjaan itulah saya menyambi mengganti popok jika anak-anak pipis, ketika anak-anak bangun karena haus, dan itu sangat sering. Jadi, kaki ini lelah bolak balik hingga tumit mati rasa.

Saya pernah sakit kepala yang sangat, hingga tidak tahan lagi ingin merebahkan tubuh ini. Semalaman tidak tidur karena nunggu anak yang begadang. Akhir-akhir ini si kembar sering begadang, entah kenapa. Tidur saya kurang, istirahat merebahkan badan saja sehari mungkin hanya sekali dan bahkan tidak pernah. Duhh kasihan sekali ya?? tidak, saya merasa tidak perlu di kasihani karena saya senang, cuma, hanya ketika malam hari badan ini rasanya lelah sekali, pagi hari tidak bisa bangun karena kram semua dan itu setiap hari.

Tapi, walau begitu tetap ku syukuri karena memiliki baby kembar adalah keinginanku. Jadi aku harus banyak-banyak bersyukur walau terlalu lelah, tapi di hadapan orang-orang saya ini sumringah tanpa beban, alhamdulillah :D *senang melihat orang senang melihat saya (nguantuk hoooaammm mata ini sangat berat sekali)
»»  Lanjut Yukk...

Selasa, 28 Oktober 2014

BAB vs Melahirkan



Subhanallah, Walhamdulillah, ternyata ketika sesuatu itu keluar dari kedua nama itu sangat melegakan. Kedua nama itu sama-sama membutuhkan energi yang sangat banyak, dan membutuhkan waktu yang lumayan lama. Kedua nama itu adalah perjuangan semua orang, tetapi tidak untuk laki-laki ketika melahirkan. Karena memang laki-laki tidak melahirkan, hanya wanitalah yang bisa mengandung dan melahirkan walau ada berita yang belum di ketahui kebenarannya, entah isu atau benar jika ada laki-laki yang hamil lalu melahirkan, Wallahu'alam bishowaf

Kenapa BAB saya sebut seperti melahirkan? 
Kemaren siang, saya merasakannya. Ketika itu hasrat ingin mengeluarkan sesuatu tetapi saya sedang nungguin si kembar, karena tidak ada siapa-siapa jadi saya takut mau meninggalkannya sendirian, takut kalau mereka nangis di gigit semut atau lainnya. Tetapi, karena hasrat itu ingin keluar, jadi terpaksa mereka saya tinggalkan. Dan ternyata, BAB saya keras, membutuhkan waktu yang lama, sakit karena keras dan saat itu terdengar suara "krek" masyaAllah saya menangis (mata berkaca-kaca menahan sakit), anus saya sobek karena saking besarnya sesuatu itu. Keluarnya pun sangat lama, dan banyak, jadi membutuhkan waktu yang cukup lama, belum lagi menahan sakit yang cukup lama juga, mengejan pun sering ku lakukan, persis seperti melahirkan.

Tetapi bedanya, jika BAB itu sakitnya di anus dan saya merasakan robekannya, lalu merasakan proses keluarnya yang sangat lama, mengejan sekuat tenaga kemudian ketika keluar langsung plong, tetapi perihnya masih terasa. Dan kalau melahirkan, sakitnya itu di perut, mulesnya buakan main saat kontraksi, tetapi ketika di maaf (kelamin) tidak merasakan sakit saat bayi itu keluar dan jika sudah keluar, rasanya juga plong seperti mengeluarkan sesuatu dari anus. Ketika robek dan di jait pun tidak merasakan sakit, merasakan sakitnya lagi ketika merawatnya untuk sembuh, memang beberapa hari tetapi tidak lama.

Itulah kenapa BAB dan melahirkan hampir-hampir mirip. Dan entah kenapa, setelah melahirkan sebulan kemudian, BAB saya tidak lancar dan keras, sepekan hanya 2-3 kali saja, padahal sayur dan buah selalu ada setiap hari. Jadi, ketika saya BAB sudah seperti merasakan melahirkan kembali. Jika saya di suruh memilih antara BAB dan melahirkan, saya lebih memilih melahirkan. Sakitnya sebentar, bahagianya selamanya, tetapi jika BAB, sakitnya lama dan prosesnya lama walau setelah itu sembuh tapi balik lagi tiap hari hehe


»»  Lanjut Yukk...