Mizan adalah tempat penerbitan buku, baik buku umum maupun buku anak-anak yang mengandung unsur keislaman. Mizan pun terbagi-bagi sesuai dengan kelompoknya seperti Dar Mizan yang menerbitkan buku-buku retail bisa berupa novel, buku karya anak-anak juga banyak yang di jadikan kelompok KKPK dan Pelangi Mizan khusus buku direct selling berupa paket.
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Minggu, 07 April 2013
Jumat, 05 April 2013
Kumpul Keluarga
Ini foto saat lebaran tahun lalu 2012 di rumah mbah di lampung
yang ada di dalam foto itu adalah paklek, bulek, bapak, adik dan suami
ayoo tebak aku yang mana?? hehe yang pake jilbab merah tuh yang duduknya deketan sama suami :D
Yang di dalam rumah masih banyak loo itu, ada ibuku, adik-adik, anaku juga ada di dalam hehe emaknya malah narsis foto-foto di luar
Lebaran memang saat-saat berkumpul dengan keluarga, tidak hanya keluarga bapak ibu tapi sampai ke paklek, bulek dan bude, pakde, mbah bahkan tetangga jugaikut berkumpul untuk saling bermaaf-maafan
Rabu, 20 Februari 2013
Memilih Bisnis Yang Aman Dan Nyaman
ini lah bisnis saya (tetapi tidak ada foto saya)
Mencari bisnis yang aman dan nyaman itu memang tidak mudah. Seperti saya misalnya, saya dengan suami mencoba membangun bisnis service elektronik dan computer, sudah berjalan 7 bulan, masih pasang surut pendapatannya. Kadang sehari dapet ratusan ribu kadang puluhan ribu dan sering tidak ada penghasilan. Itu berjalan selama 3-5 bulan setelah membuka usaha.
Minggu, 07 Oktober 2012
Ketabahan Mengalahkan Semua Ujian
>
Dari pulau seberang, Kalimantan daerah asalnya, sebut saja namanya lusi. Lusi anak yang pintar, pandai mengaji, pintar memasak, pintar segalanya menurutku. Lusi memang tergolong orang yang tidak berada di kampungnya, Kalimantan tempat kelahirannya. Dari kecil, sejak duduk di bangku sekolah dasar, lusi sudah merasakan perihnya mencari uang untuk kebutuhan hidupnya. Ayahnya telah meninggal sejak lusi masih kecil, ibunyalah yang mengurus semua kebutuhan anak-anaknya yang berjumlah 9 orang. Ibunya hanya bekerja menjadi buruh cuci ke tetangga-tetangga, buruh tani jika ada yang memintanya bekerja. Lusi anak cerdas itu punya rasa kaihan kepada ibunya, dan lusi ingin sekali bersekolah sampai tinggi. Tanpa rasa malu, lusi mencari kerja ke tetangga-tetangga yang mau memberinya pekerjaan. Dan lusi pun bekerja di rumah salah satu orang kaya di desanya, lusi pekerja sebagai pembantu, memasak, mencuci selayaknya seorang pembantu. Usia yang masih kecil dia harus mencari uang demi melanjutkan sekolah. Cita-cita yang sangat tinggi yaitu sekolah sampai sarjana. Bahkan ada tetangga yang melecehkan, mana mungkin orang miskin yang kerjanya hanya pembantu bisa sekolah tinggi. Hati yang tergores oleh kata-kata, begitu terlukanya perasaan lusi saat itu. Tapi lusi tetap semangat, pantang menyerah demi tercapainya cita-cita. Alhamdulillah doa dan usaha lusi terkabulkan, lusi bisa melanjutkan sekolah di sekolah menengah pertama (smp), majikannya begitu baik, mau menyekolahkan lusi sampai lulus dan di angkat menjadi anak angkat majikannya. Gajinya tetap utuh, di tabung dan di bagi ke ibunya untuk membeli beras.
Kerudung putih yang selalu di kenakan nya tak pernah lepas dari kepalanya, didikan orang tua yang selalu mengajarkan menutup aurat selalu melekat di hatinya walau saat itu lusi belum sempurna mengenakan nya. Orang tua angkatnya kadang begitu baik tapi kadang juga begitu kejam. Pernah suatu hari saat hari raya tiba, lusi tidak boleh pulang sebelum mengerjakan tugasnya, memang rumahnya tidak begitu jauh dari rumahnya, tapi yang namanya anak-anak, saat lebaran tiba, alangkah senangnya bisa berkumpul bersama keluarga dan teman-temannya, bersenda gurau, bermain selayaknya anak-anak seusianya. Tugas lusi saat itu adalah memasak opor, membuat ketupat, dan lain sebagainya, ya seperti menu manakalanya saat lebaran, dan lusi mengerjakannya sendiri, bukan masalah bagi lusi untuk memasak, yang begitu kejam yaitu lusi membersihkan puluhan ayam di belakang rumah malam-malam saat orang-orang sudah pada terlelap. Yahh begitulah nasibnya lusi demi sebongkah berlian dia rela bekerja demi mendapat uang untuk di tabung, demi mencapai cita-citanya sekolah yang tinggi.
Semangat yang luar biasa, ternyata mimpi lusi selama ini terwujud bisa sekolah sampai tingkat universitas, berkat niat dan doa yang selalu ia panjatkan pada ALLAH, lusi bisa membuktikan bahwa orang miskin pun punya cita-cita yang tinggi dan bisa mewujudkannya. Lusi melanjutkan sekolah ke pulau seberang yaitu Yogyakarta, cobaan yang lusi hadapi tidak berhenti begitu saja, seperti kata ust syatori “selagi nafas berhembus pada diri kita, begitu juga cobaan selalu datang ke kita, jika masalah satu sudah terselesaikan, maka masalah baru yang akan menghampiri kita, begitu seterusnya sampai nafas kita berhenti, masalah pun ikut berhenti”.
Lusi orang yang semangat dalam menuntut ilmu dan mencari penghasilan untuk membantu orang, tapi ujian yang dia hadapi saat itu begitu berat. Lusi selalu mengeluh padaku dan dia merasa ALLAH tidak adil padanya, tapi aku terus mendukungnya, bahwa ini hanya cobaan yang lusi bisa menyelesaikannya, aku kasih semangat agar dia jangan menyerah. Lusi tinggal di jogja di rumah orang tua angkatnya yang di Kalimantan, tapi di rumah itu tinggal bersama anak ibu angkatnya, namanya mb Tantri. Disana lah ujian bertubi-tubi ia hadapi, dari mulai membiasakan mengenakan jilbab dengan sempurna setiap saat, karena ternyata mb tantri tinggal dengan pacarnya di rumah, sebut saja Rido, setiap malam selalu mabuk dengan teman-temannya, dan lusi lah yang selalu mebereskan barang-barang haram itu. Lusi tidak kuat dengan cobaan ini, hati lusi menjerit dan berkata ibadah terus menerus tetapi tinggal di tempat maksiat, akan sia-sia pahalaku, tapi lusi tetep bersemangat, dan selalu mencari solusi dengan bercerita padaku.
Ini ujian terberat lusi saat hijabnya harus di lepas. Mb tantri selalu mengdu ke orang tuanya yang berada di Kalimantan, bahwa lusi di jogja selalu pulang malam dan berpakaian ala teroris, Pada waktu itu di TV banyak berita tentang teroris yang mengenakan jubah. Mb tantri selalu mengadu domba lusi dengan aduan yang di ada-ada. Orang tuanya pun hanya percaya saja dengan kat-kata anaknya itu, suatu hari ibunya datang ke jogja untuk memarahi lusi, tetapi lusi membantah semua itu. Apa akibatnya, lusi di larang memakai jilbab oleh orang tuanya, dan semua pakain yang ada di lemari di gunting dan di bakar oleh mb tantri dan pacarnya (saat itu mb tantri mengaku sudah menikah dengan pacarnya), buku-buku, alqur’an semua di bakar sampai tak tersisa, hanya pakaian yang di kenakanlah yang tersisa utuh. Lusi hanya menangis melihat semua ini, tak berdaya, dia hanya berdoa dan berdoa semoga diberi kekuatan atas cobaan ini, ALLAH pasti punya rencana lain untuk lusi.
Setelah semua barang-barangnya habis, lusi ingat kalau masih ada sepeda di garasi, yahh hanya itu satu-satunya barang yang masih tersisa, dalam benaknya, bisa di jual dan jadi uang untuk makan. Tapi, ternyata dugaannya salah sepeda itu hancur seperti barang rongsokan, padahal sepeda biru itu yang selalu menemaninya pergi kemana-mana, ternyata habis juga. Lusi menangis, hanya pasrah padaNYA. Tidak berhenti disitu saja, lusi pun di kurung di rumah dan baju yang di kenakan di gunting juga, jilbab nya juga di potong-potong, sampai pendek. mb tantri dan pacarnya seperti tidak punya pri kemanusiaan sampai berbuat begitu. Lusi akan di pulangkan ke Kalimantan dengan pakaian tidak menutup aurat. Sebelum pagi menjelang, malam harinya lusi di suruh pergi membeli seafood tanpa mengenakan hijab dan di kawal Rido pacarnya mb tantri, lusi menangis waktu itu, selalu berucap ampunan pada ALLAH karena tidak mengenakan hijab, tidak berdaya. Setelah pergi dari belanja, waktu menunjukan pukul 23.00 malam, dia berfikir mau kabur dengan melompati pagar, tapi tidak mungkin karena kmar lusi ada di atas, akhirnya berkat pertolongan ALLAH dan semangat keyakinan lusi, dia bisa kabur dengan mudahnya. Saat itu dia ijin bersih-bersih taman jam 23.00 malam, di jaga dengan pacarnya, tetapi ALLAH mengirimkan malaikatnya untuk menutup mata pacanya mb tantri, jadi lusi bisa mengambil kunci gerbang yang di pegang pacarnya mb tantri itu, sesampainya lusi di depan gerbang, lusi bertemu dengan tetangga sebelah yang sedang membuang sampah, ini juga pasti malaikat ALLAH yang di utusNYA, karena mana mungkin malam-malam hanya buang sampah. Lusi minta tolong di pinjamkan jilbab dan baju panjang ke tetangga, dan Alhamdulillah di pinjamkan nya, lusi buru-buru kabur dengan menyusuri semak-semak jalan sambil berganti pakaian, saat itulah pukul 00.00 malam aku dan teman-teman satu kos menjemputnya menuju kos ku demi menyelamatkan lusi yang malang itu. Lusi selalu bercerita padaku setiap ada masalah, bahkan bisa dibilang setiap hari dia punya masalah selalu bercerita. Maka dari itu aku dan teman-teman ingin sekali membantu saudarinya yang teraniaya.
Semangat yang tinggi, pantang menyerah, pertolongan ALLAH pasti akan datang pada waktunya saat kita benar-benar membutuhkannya. Selalu berdoa padaNYA dan selanjutnya serahkan segalanya padaNYA. Dan Alhamdulillah lusi sekarang ada di Kalimantan, masih mengenakan hijab utuh yang sesuai dengan syari’at ^_^ dan sudah menjadi sarjana juga, mendapat beasiswa S2 karena berprenstasi mendapat nilai kumlot looo alhamdulillah, cita-citanya bener-bener terkabul berkat keteguhan hati dan kesabaranya.
Lusi adalah nama samaran
Tulisan ini diikutsertakan pada Lovely Little Garden's First Give AwayLusi adalah nama samaran
Bermodal Marketing
Punya penghasilan sendiri itu hal yang sangat luar biasa, impian semua orang. Karena dengan uang sendiri, kita bebas mau ngapain aja dengan uang itu. Nahh ngomong-ngomong dengan penghasilan sendiri, aku share pengalamanku sendiri ya tentang bisnis yang bermodal kecil. Yang namanya bisnis, pasti lah ada modal, walaupun hanya bermodal cuap-cuap alias promosi xixi (modal yang sangat berharga klo itu). Dulu, selagi masih kuliah, ingin sekali bisnis tanpa modal, karena masa-masa kuliah itu kan duit dari orang tua, jadi pengen kerja sambil kuliah dan tanpa modal agar tidak membebani orang tua. Nahh pertama kali aku bisnis itu jualan cilok, ada yang tau cilok kan? Modalnya kecil banget hanya bermodal tepung terigu 1 kg, tepung tapioca ½ kg, cabe untuk sambalnya, yahh kira-kira klo di total tidak sampai 10.000 lah. Karena kos ku waktu itu deket dengan sekolah jadi muncul la hide bikin cilok itu, aku jual di depan kos-kosan waktu itu sama temen.
Maluuuu sekali waktu itu pertama kali jualan seumur-umur tapi nekat aja, toh sama anak-anak. Sebenernya sih malunya bukan sama anak-anak tapi sama temen-temen kuliah yang sering lewat, tapi setelah daganganku di serbu anak-anak sampai habis, aku seneng banget dan semangat untuk jualan lagi besoknya. Hari kedua berjualan cilok ku ternyata di serbu temen-temen kos, wahhh ternyata mereka juga pada suka.
Itu kisahku saat memulai bisnis, jadi Jika ingin berbisnis, yang penting niat dan segera lakukan berapapun modalnya, karena kalau di tunda pasti tidak akan terlaksana,tapi jika tidak punya modal bermodal lah marketing. Banyak sekali peluang bisnis tanpa modal saat ini, seperti dropship itu kan tidak ada modal tapi bermodalkan marketing. Bisa juga membuka toko tapi dagangan orang semua dan kita yang menjualkan, intinya sama, kita hanya bermodalkan marketing saja. cita-citaku menjadi pengusaha looo sampe belum pernah melamar kerja, pernah sih hanya 2x itu juga ikut-ikutan temen hehe
Postingan ini diikutkan GiveAway DUTA BUKU supported by Indscript Creative dan Yes24.com
Postingan ini diikutkan GiveAway DUTA BUKU supported by Indscript Creative dan Yes24.com
Langganan:
Postingan (Atom)