Halaman

Tampilkan postingan dengan label Perjalanan Si Kembar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan Si Kembar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Januari 2015

Bedanya Melahirkan Di Bidan & Di Rumah Sakit

Melahirkan memang perjuangan seorang ibu karena gak ada bapak yang melahirkan :D
Itulah kenapa jika meninggal waktu melahirkan di sebut syahid karena memang perjuangan melawan sakit, berjihad mengeluarkan seorang baby mungil yang di amanahkan kepada kita oleh Allah. Makanya ya, kita gak boleh jahat sama ibu, perjuangannya sungguh luar biasa, nyawa taruhannya. Yang sudah pernah melahirkan pasti bisa merasakannya, jadi kudu sayang sama ibu ya

Aku sudah pernah melahirkan 2 kali dalam jeda 4 tahun. Kenapa lama sekali? bukan masalah lamanya sebenarnya, setahun sekali pun bisa tapi merawat anaknya itu lo yang revot xixixi karena tugas kita bukan hanya melahirkan saja tetapi merawat, mendidik hingga dia besar.

Melahirkan, bisa dimana saja, dirumah, bidan atau rumah sakit. Aku pernah melahirkan di dua tempat yaitu dengan Bu Bidan dan Bu Dokter. Awalnya sih pengennya sama bu bidan saja tapi bu bidan nya gak mau hehe bukan gak mau dink tapi gak berani karena babyku kembar. Akhirnya aku melahirkan di rumah sakit, dan Alhamdulillah bisa melahirkan dengan bu Dokter bukan pak Dokter :D

Melahirkan di bidan dan di rumah sakit itu sangat berbeda jauh sekali, kalau di suruh pilih mah mending lahiran di bidan saja, kalau aku loh ya hehehe
Kenapa gitu?
Soalnya :
Kalau di Bidan:
- Suami boleh nemeni dari mulai masuk hingga proses melahirkan
- Susternya cuma 2 orang saja yang membantu Bu Bidan
- Boleh nyetel murotal

Kalau di RS :
- Berjuang sendiri tanpa di dampingi suami (tapi kalau pesen kamar sendiri ya pasti bisa di tungguin suami), mungkin karena banyak ibu-ibu yang ada di kamar itu mau melahirkan kali ya. Sampe ada ibu-ibu di samping tirai mengaduh-aduh karena kesakitan, kasihan gak ada suami di sampingnya. dan ternyata ibu itu sudah datang dari kemaren tapi gak nambah-nambah bukaannya, yang akhirnya setelah aku melahirkan, si ibu itu harus operasi. Duhh jadi ingat 4 tahun yang lalu, waktu melahirkan azzam, ada ibu-ibu juga mau melahirkan, sudah dari kemaren juga tapi belum keluar-keluar itu baby, pas aku udah melahirkan, denger-denger si ibu itu harus operasi juga. Alhamdulillah, banyak bersyukur karena aku di beri kemudahan saat melahirkan

- Banyak suster/bidan yang mendampingi, kira-kira 8 an orang mungkin ada. pan jadi malu di lihatin banyak orang, tapi waktu itu aku udah gak ada rasa malu, yang ada rasa sakit xixixi

- Susah karena di pindah-pindah. Bayangkan saja, tidur di kasur tunggu, lalu di pindah ke kasur dorong, trus di pindah lagi ke kasur bedah buat melahirkan. Tau gak? pindah ke tempat-tempat itu butuh perjuangan, karena kasur yang di pakai itu di pinggirannya ada besi penghalang, jadi harus melewati besi itu yang tingginya kira-kira 1-2 kilan. Hah? perut besar, mules yang luar biasa suruh angkat-angkat badan wekekeke pengen teriak rasanya waktu itu :D
begini lo tempat tidurnya :D
- Trus waktu mau melahirkan, kaki di angkat-angkat suruh narok di atas, susahnyeeee buuuu xixixi tapi gak tak pikir itu, yang ku pikirkan adalah baby keluar dengan selamat

Itulah bedanya kedua tempat tersebut, tapi untuk keamanan ya masih aman di RS ya karena fasilitasnya lengkap, makanya bu bidan gak berani karena takut kenapa-kenapa. Waktu habis melahirkan saja, perutku rasanya di masukin sesuatu dan setelah ku tanya ternyata obat, jangan di pijat katanya, biar gak pendarahan

Alhamdulillah lahir juga si baby kembar, aku sampe lihat dia karena di tidurkan di dadaku sebentar, ku pegang tangan mungilnya, duh gak sabar pengen peluk dia. Si kembar waktu lahir warnanya putih, kemungkinan karena aku banyak makan santan kali ya hehehe

Ya sudah lah yang penting semuanya selamat dan sehat ^_^




»»  Lanjut Yukk...

Senin, 19 Januari 2015

Ketahuan Kembar

Rufaidah & Nusaibah usia 2 hari 

Kehamilan kedua kali ini memang di rencanakan dan Alhamdulillah langsung di kabulkan. Nikah di bulan februari 2010 dan hamil anak pertama juga di bulan februari. Dan hamil kedua pun di rencanakan bulan februari biar lahirnya sama bulan oktober seperti anak pertama, tapi ternyata bulan kelahiran berbeda hehehe

Awalnya ragu, apa mungkin bisa nanti hamil di bulan februari seperti anak pertama? ehh ternyata bisa, mungkin waktu subur, jadi langsung deh, Alhamdulillah diberi kemudahan untuk hamil kedua kalinya.

Kehamilanku yang kedua ini sungguh luarbiasa
Luarbiasa lelahnya
Luarbiasa ngidamnya, mual muntah sering sekali
Luarbiasa lapernya :D

Pokoknya, kehamilan pertama dan kedua bertolak belakang lah, berbalik 100%
Kehamilan pertama gak mual apalagi muntah, gak mudah lelah malah sering bersepeda, malemnya melahirkan, paginya pun masih bersepeda xixixi
Tapi, kehamilan kedua ini sangat manja sekali
Dari situ, aku menyimpulkan, ini anaknya perempuan kayaknya
Soalnya ada beberapa temen yang cerita kalau anak laki-laki dan perempuan itu beda proses kehamilannya, walau yang satu benar dan yang satu salah hehehe

Waktu itu, anak perempuan atau laki-laki gak penting, yang penting sehat, gak lemes dan semangat. Menyemangati diri sendiri karena waktu hamil hari-hari rasanya malas terus karena kelelahan padahal gak ngapa-ngapain.
Kehamilanku kedua ini unik, setiap bulan ku rutinkan periksa ke bidan dengan keluhan yang berbeda-beda. Bulan pertama mual, kedua pun mual dan lemas, ketiga pun masih mual dan badan rasanya mau copot semua. Dari bulan kebulan ku periksakan, tidak ada yang aneh dalam perutku, tapi perutku ini rasanya berat sekali dan bidanpun memfonis kalau babyku terlalu besar. Waktu itu usia kandunganku  6 bulan, berat sudah 2 kilo dan bidan melarangku makan manis-manis agar si baby tidak membesar.

Khawatirlah diriku ini, panik, mau makan selalu mikir-mikir "jangan makan banyak-banyak, jangan makan yang manis-manis. inget, baby sudah besar, nanti pas lahiran susah keluar kalau baby terlalu besar" pikiranku selalu begitu. Akhirnya aku drop, lemas, darah rendah, melayang rasanya karena menghindari rasa manis, mengurangi makan. Karena rasa takut menyelimuti, jadilah aku ke dokter untuk USG, padahal rencana USG nanti saja di usia 8 bulan, gagal deh.

Sampai disana, sang dokter kaget "loh loh, baru 6 bulan sudah besar sekali perutnya. kembar ini mb" ucap bu dokter sebelum periksa dan tepat kata bu dokter, USG berjalan dan menunjukkan babyku ada dua, Alhamdulillah rasanya terharu dan aku pun disarankan untuk makan banyak, berat baby normal. Seneng rasanya hati ini, azzam pun tak kalah heboh, dia senang mau punya adik dua sekaligus :D

Bulan berikutnya yaitu ke 7 aku periksa lagi ke bidan, niatnya gak cerita dulu biar kaget, karena biasanya kalau mau periksa, bu bidan gak cek buku dulu tapi langsung periksa, la kok ini cek buku dulu, jadinya ketahuan deh klo kembar xixixi
Kenapa kok bu bidan gak tau kalau kembar? karena babynya lintang, ada di atas jadi gak ketahuan detak jantungnya, itulah yang membuatku lelah setiap hari, susah bernafat, susah bergerak karena di atas ada baby.

Jadi, ketahuannya kembar karena perut terlalu berat, katanya baby sudah besar jadi gak boleh makan manis. USG lah yang membuka misteri keberatan perutku xixixi
Untung ya di USG, kalau gak kan jadi susah, aku jadi gak berusaha membetulkan posisi yang lintang ini. Alhamdulillah Allah meunjukkan jalan untuk USG saja biar ketahuan :D
»»  Lanjut Yukk...

Rabu, 31 Desember 2014

Keajaiban Do'a

Rufaidah & Nusaibah
Usia Jalan 4 Bulan

"mb, kasih tau triknya biar bisa punya anak kembar donk"
"mb lita, gimana caranya biar anaknya perempuan"
dan masih banyak lagi pertanyaan yang serupa tapi tak sama :D
mungkin ada 5 an orang yang tanya begitu, aku jadi bingung jawabnya gimana hehe
masalahnya, itu semua atas kehendak Allah Sang Pemberi, jadi ya kita terima saja dengan baik dan penuh syukur.

Seperti yang ku katakan di atas, bahwa Allah adalah Sang Pemberi. Jadi, kalau mau ini itu, mintalah padaNya. Allah itu baik kok, Allah itu murah hati karena setiap permintaan hambaNya selalu di kabulkan, entah saat itu juga, besok, bulan depan, tahun depan atau nanti kelak di akhirat, yang jelas, Semua permintaan selalu di kabulkan.

Seperti semua permintaanku, Alhamdulillah semua di kabulkan olehNya tanpa kurang suatu apapun. 
"Apa saja permintaan mb lita emangnya?" begitu pertanyaan seseorang setelah ku jelaskan bla bla bla

Saya bukan mau sombong, cuma mau berbagi saja karena semua permintaan alias doa-doaku di kabulkan oleh Allah.

Permintaan dan Doaku
Ingin memiliki anak kembar

Sebelum hamil anak kedua, setiap kali facebook an yang tampil di beranda selalu orang yang memiliki anak kembar, perempuan. Dalam hati, "duhh cantik-cantiknya, lucu, menggemaskan, sepertinya enak punya anak kembar apalagi perempuan. Masih kecil di pakein jilbab, duhh bagus kayaknya". Bertebaran anak kembar begitu sering di berandaku, nah itulah yang membuatku ingin sekali memiliki anak kembar. Impianku waktu itu, kalau punya anak perempuan, kembar, nanti sejak kecil ku biasakan berjilbab. 

Alhamdulillah, Allah kabulkan doaku. Tidak lama aku hamil, dan kembar, begitu bahagianya saat dokter berkata anakku kembar, ingin loncat-loncat karena bahagia tapi gak jadi, inget perut buncit hehe

Bagaimana bisa tahu kembar? di usia berapa? nanti saya jawab di postingan berikutnya :D
Ingin melahirkan normal
Hamil bayi kembar katanya banyak yang cesar, jadi langka yang bisa melahirkan normal. Duhhh, dalam hati, gimana ini. Waktu bidan menyatakan bayiku kembar, beliau angkat tangan, apalagi bayi yang ku kandung satunya melintang. Bidan menyarankan ke dokter saja, lemes aku tau begitu. Lalu, setiap hari aku memikirkan nasibku kelak ketika melahirkan. Dana? Cesar? duhhh cesar itu butuh dana banyak, dan aku tidak punya dana sebegitu banyak untuk lahiran.Ku terus berdoa agar dimudahkan dalam proses melahirkan dan alhamdulillah Allah menujukkan jalan untuk daftar BPJS adalah solusinya.

Tetapi walau begitu, aku tetap berusaha untuk melahirkan normal. 6 bulan, 7 bulan dan 8 bulan hasilnya pun tetap, harus mengambil jalan cesar. Ya Allahu Robbi, aku semakin mendekatkan diri padaNya, yang membolak balikan semua kehidupan. Waktu orangtua tahu aku harus cesar, orangtua berencana ke kudus untuk menjagaku dan merawatku, tapi masih rencana. 

Dalam hati selalu berfikir "kalau cesar, gak boleh membawa beban berat selama 3 bulan, harus ada yang bantu-bantu, padahal kami sebatang kara di kudus ini, tidak ada orangtua maupun saudara" alhamdulillah selalu berprasangka baik pada Allah. 

Kehamilan ku memasuki bulan ke 8, dan di bulan-bulan itu aku harus cek posisi atau USG setiap pekan, aku masih berharap ada keajaiban disana. Pekan pertama masih posisi yang sama, pekan kedua dan ketiga pun demikian, ya sudahlah aku pasrah dengan keadaan. Walau aku pasrah tapi hati ini masih ingin melihat ke ajaiban, pekan terkahir aku cek lagi, dan Alhamdulillah dokter berkata "bisa lahiran normal mb" pengen peluk suami dan azzam waktu itu saking bahagianya, tetapi gak bisa karena masih berbaring, di priksa hehe

"bu, nanti bisa melahirkan dengan bu santi gak?" ku tanyakan prihal itu pada bu dokter yang alhamdulillah perempuan
"haduhh, gimana ya, sepertinya gak bisa" jawabnya sembari memeriksa kandungan
ku lemparkan senyum kecut dan menghela nafas karena kecewa mendengar jawan bu dokter itu
"dekk, lahirnya sebelum bu santi pergi haji ya, tanggal 14 ya paling lambat" mengelus-elus perutku. mungkin bu dokter tau kalau aku kecewa, jadi beliau berkata begitu. Karena memang beliau tanggal 16 berangkat haji. Ucapan bu dokter membuatku tersenyum kembali dan kami pun saling tersenyum.

Ingin melahirkan dengan dokter perempuan

Hati ini masih gelisah dengan kelahiran anak-anak nanti, karena kelahiran itu tidak pasti, tidak bisa di tentukan kecuali cesar. Aku terus berdoa agar bisa melahirkan normal dengan bu dokter. Di rumah sakit itu hanya ada 3 dokter kandungan dan yang kedua dokter itu adalah laki-laki. Ya Allah, aku tak mau melahirkan dengan dokter laki-laki, dan aku berkata sama Allah "ya Allah, Engkau menyuruh kaum muslimah menutup aurat, dan aku pun sudah menutup aurat, masak harus lahiran dengan dokter laki-laki? hindarkanlah auratku di lihat oleh orang bukan muhrim" doaku sungguh terlalu sepertinya ya?

Alhamdulillahu Robbi, melahirkan memang tidak ada yang tau pastinya tetapi Allah mendengarkan doaku untuk melahirkan dengan dokter perempuan. Paginya aku periksa USG, bu dokter berbicara kompromi dengan si bayi, malemnya aku melahirkan. Sujud syukur ku ucapkan waktu itu dan waktu aku melahirkan pun orangtua sudah ada di sisiku, merawatku, Subhanallah. Ibuku datang ke kudus siang hari dan malam harinya mengantarku ke rumah sakit untuk melahirkan.

Dan masih banyak lagi doa'doa yang ku ucapkan kepada Sang Pemilik, Sang Pemberi hingga saat ini. Seperti yang ku katakan di atas, doa-doa kita pasti di kabulkan olehNya, entah itu sekarang, tahun depan atau kelak di akhirat. Jadi, teruslah berdoa, minta kepadaNya apapun yang kita mau, karena doa itu gratis, Allah menyukai hamba-hamba yang berdoa dan meminta padaNya, tetapi....di lengkapi dengan ibadah ya :)

note : Memiliki anak kembar katanya karena keturunan dan saya memang ada keturunan kembar dari mbah, ibunya ibu. tetapi ada juga tetangga rumah ibu yang tidak memiliki keturunan kembar, berdoa minta anak kembar di kabulkan dan memiliki anak kembar. Wallahu 'alam
»»  Lanjut Yukk...

Sabtu, 27 Desember 2014

Penyangga Kepala


 
Yuhu, benar sekali. penyangga kepala adalah leher hehehe
Alhamdulillah Ufa dan Aiba sudah bisa menyangga kepala di usia 3 bulan 20 hari atau 4 bulan kurang 10 hari walau belum sempurna tetapi sudah bisa.

Ku amati setiap perkembangannya selalu membutuhkan waktu satu bulan. seperti dia mulai bisa senyum, menyangga kepala dan melihat, memang untuk melihat membutuhkan waktu yang paling lama yaitu 2 bulanan. Dan setelah ini, akan mengamati kapan waktunya mereka tertawa geli alias tertawa yang bersuara :D

Mereka sebenarnya sudah 2 bulan yang lalu sudah mulai tertawa tapi belum bersuara, ku kira bakalan tertawa bersuara duluan yang muncul, ternyata menyangga kepala duluan hehehe dugaan salah besar. dan sekarang mereka sedang menikmati masa-masa menyangga kepala dengan riang. soalnya, semenjak sudah bisa menyangga kepala, maunya di gendok berdiai atau setengah duduk/bersandar ya? entahlah namanya apa xixixi

Mungkin mereka sedang berlatih agar menyangga kepalanya bisa lebih kuat dan kokoh, karena masih baru, jadi kelapa masih suka goyang-goyang kesana kemari bak ular kobra india yang sedang menikmati alunan seruling andalan xixixi ono-ono wae, eh atau seperti tinatun :D

Ya sudahlah, perkembangan si kembar cukup bagus, semoga perkembangan berikutnya tertawa terbahak-bahak biar rame, aku suka kalau denger bayi tertawa geli xixixi
»»  Lanjut Yukk...

Selasa, 09 Desember 2014

Tatap Muka Dan Dialog

Nusaibah &  Rufaidah
Usia 3 Bulan

Si kembar Nusaibah &  Rufaidah sudah bisa tertawa? bahagia sekali diri ini ketika melihat mereka tertawa, karena menunggu moment seperti itu membutuhkan waktu yang cukup lama. karena setiap orangtua ingin cepat-cepat berbicara dengan bayinya, padahal tidak ada bayi yang baru lahir bisa di ajak bercanda bukan?

Si kembar Nusaibah &  Rufaidah selalu ku pantau perkembangannya , dari mulai mereka bisa melihat, hingga bisa tertawa ketika di ajak dialog. Nusaibah &  Rufaidah bisa di ajak bercanda, di ajak berbicara ketika usianya menginjak 2 bulan lebih 2 pekan. dan ternyata mereka tidak kompak, tidak sama dalam setiap perkembangannya, selalu Rufaidah terlebih dahulu dalam hal ini. mungkin karena Rufaidah jadi sang kakak kah? 

Katanya, ini baru katanya dan saya tidak tahu akan hal ini, kalau saya mah semua bisa jadi kakak dan jadi adik karena lahirnya di hari yang sama, hanya selang beberapa menit saja. Kata orang, bayi kembar yang lahir duluan itu adalah adik, yang lahirnya belakangan itulah sang kakak. alasannya, si kakak ini menyuruh sang adik keluar duluan, sang kakak mengalah belakangan, begitu katanya. entahlah itu ilmu darimana saya tidak tau, setau saya ya yang keluar duluan itu si kakak, ya sudahlah pikirku, semua bisa jadi kakak dan bisa jadi adik. nah, kebetulan si Rufaidah ini yang lahirnya belakangan, apakah benar dia sang kakak? karena setiap tumbuh kembangnya dia duluan? wallahu'alam

Perkembangan Nusaibah &  Rufaidah tidak pernah sama, ketika Rufaidah sudah bisa melihat, Nusaibah belum bisa. Selang beberapa hari baru bisa melihat dan ketika di ajak berdialog pun demikian, Rufaidahlah yang pertamakali bisa di ajak bercanda lalu Nusaibah pun menyusul. Tapi tak apa, yang penting mereka sehat walau setiap perkembangannya selalu tak berbarengan. Aku bahagia setiap melihat perkembangan yang mereka alami. sekarang di usianya yang ke 3 bulan, mereka lebih sering tertawa walau belum bersuara, mereka ingin di ajak bercanda, di ajak berdialog dari pada di diamkan.

Yah, mereka senang jika di ajak berdialog, ketika kita berbicara atau bercerita padanya, mereka akan tertawa senang, entah apa yang mereka tertawakan tetapi dengan melihat mereka tertawa, diri ini jadi ikut tertawa karena tertawanya lucu sekali, sejuk bila memandangnya.

Curhatan hati seorang ibu ya seperti ini, bahagia ketika melihat satu persatu perkembangan anak muncul :D
Menunggu moment-moment selanjutnya yaitu menegakkan kepala, tertawa yang bersuara dan seterusnya ^_^ menanti dengan setia setiap perkembangannya.
»»  Lanjut Yukk...

Rabu, 24 September 2014

Awal Kehamilan

Gb.Google
Kehamilanku yang kedua memang di rencanakan, karena melihat usia mas azzam sudah 3 tahunan dan ketika nanti anak kedua lahir nanti usia mas azzam genap 4 tahun. Jadi selisih usia lumayan cukup, tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat. 

Kehamilanku yang kedua ini penuh perjuangan, apa lagi ketika usia kandungan satu bulan. waktu itu mas azzam mulai masuk sekolah, lumayan cukup jauh jaraknya dari rumah. Mas azzam gak mau sekolah di deket rumah, entah kenapa, mungkin karena terlalu ramai jadi dia memilih sekolahan lain yang setiap kelasnya hanya di isi beberapa anak saja. 

Sekolah perdana, mas azzam di antar jemput suami sekalian pergi bekerja. Pada hari ketiga kalau gak salah, suami belum bisa pulang karena pekerjaan belum selesai "mb, kon jemput azzam, mas billy belum selesai" sms dari sepupu, hp suami mati karena lowbet. terkejut ketika membaca pesan tersebut, jam menunjukkan pukul 12.30, sedangkan azzam pulang sekolah jam 12.00 seketika itu aku melompat dari tempat tidur yang saat itu sedang tidur karena ketiduran jadi belum shalat dzuhur.

"walah, pye iki. belum shalat, jemput azzam naik sepeda, sudah jam segini?" gerutuku dalam hati

Ku goes sepeda dengan kecepatan tinggi, ngos-ngosan itu pasti karena sepedaku sepeda biasa tanpa pedral, jadi pegal di kaki itu jelas sudah. sesampainya di sekolah, benar saja, azzam menunggu sendirian di dampingi para guru. ku jelaskan semua ke gurunya azzam dan minta maaf telah merepotkan. Harusnya para guru sudah pulang, tapi karena menunggu azzam jadi belum pada pulang.

Istirahat 10 menit sudah cukup untuk mengembalikan tenaga yang terkuras habis ketika berangkat, sekarang waktunya pulang membawa azzam. ku bonceng dia di belakang, ku kayuh lagi ontelan pelan-pelan sambil menikmati panasnya sinar matahari di siang hari. semakin lama semakin berat kakiku ketika menggoes sepeda, karena jalan mendaki cukup tinggi hingga keringat bercucuran bak derasnya hujan. jalan mendatar pun datang, angin sepoy-sepoy menghadang di tengah jalanan gersang nan lapang karena tidak ada rumah di pinggir jalan. lohhh ternyata azzam tertidur terkena angin sepoy-sepoy, ku pegang badannya dengan tangan kiriku, sedangkan tangan kanan memegang stang sepeda. gamisku terbang naik hingga ke lutut, saking kencangnya angin, apalagi aku melawan arus angin, tak apalah yang penting masih pakai celana panjang.

Di pertengahan jalan badan ini terasa pegal, terasa lemah, tidak mampu meneruskan langkah lagi, kaki kram. akhirnya berhenti dan memindahkan azzam ke pangkuan dan kembali ku goes perlahan. tidak enak posisi seperti ini karena azzam di pangku sedangkan kaki ku menggoes, jadilah tidurnya azzam tidak nyaman tapi ia tetap tertidur pulas, ku gendong lebih dekat dengan perut, di dalam perut ada janin yang masih berumur satu bulan. ketika itu, was-was jika keguguran karena lelah dan membawa beban berat.

Di tikungan jalan raya ada penjual buah dan saat itu sedang musim buah rambutan, ada salah satu pedagang yang menawarkan rambutan kepadaku "bu, rambutan, keranjangnya masih kosong tuh" ku lempar senyum saja tetapi dalam hati dongkol. lagi kesusahan begini di tawari rambutan, memang sih si pedagang gak salah tapi akunya saja yang terlalu kelelahan, jadi bikin emosi naik :D

Alhamdulillah akhirnya sampai juga dirumah, pas sekali berbarengan dengan suami pulang dari kerja "loh mi, kok baru sampai" ucapnya

Dalam hati, dikira naik pesawat apa, ini naik sepeda. rasanya pengen nangis saat itu tapi ku tahan agar tidak terjatuh. 
Aku bersyukur, dengan beban berat seperti itu Allah masih menjaga janin yang ada di dalam kandunganku. padahal kehamilan di trimester pertama adalah kehamilan emas yang harus di jaga dan di rawat dengan baik, karena rawan keguguran. tapi ternyata kandunganku, subhanallah baik-baik saja :)

»»  Lanjut Yukk...

Selasa, 23 September 2014

Kedatangan Si Kembar


Anugrah terindah itu ketika semua doa dan harapan itu terujud, seperti harapan ingin memiliki anak kembar perempuan, Alhamdulillah terwujud. Prosesnya pun sangat di permudah olehNYA, walau awalnya memang penuh perjuangan, penuh cemas tapi Allah selalu memberi solusi atas kecemasanku itu. 

Memiliki anak memang dambaan setiap keluarga, pengantin baru ataupun bukan, apa lagi keluarga yang belum diberi amanah setelah pernikahan. Kehamilanku ini alhamdulillah kehamilan yang kedua setelah 4 tahun anak pertama lahir. Sudah cukup memang untuk menambah anak, dan kehamilanku yang kedua ini sangat sangat istimewa. 

Kenapa istimewa?

  1. Pada kehamilanku yang kedua ini, mengalami mual muntah selama 3 bulan, sama seperti halnya wanita hamil pada umumnya. berbeda dengan kehamilanku yang pertama, tidak ada tanda-tanda apapun, keluhan apapun. jadi itu yang membuat istimewa
  2. Rasa malas yang merajalela, maksudnya setiap hari itu malas mau mengerjakan apapun. berbeda dengan kehamilan pertama, rasa malas itu tak pernah datang menghampiri
  3. Badan terasa pegal setiap hari, pinggang rasanya mau patah dan itu yang membuatku malas
  4. Hampir setiap hari masuk angin
  5. Ketahuan kembar ketika usia kandungan 6 bulan
  6. Yang tadinya sungsang, 2 pekan kemudian menjadi normal
  7. Kata dokter harus cesar ternyata bisa normal
  8. Orangtua baru datang siang, malamnya si kembar lahir
  9. Paginya periksa, dan dokter berbicara dengan si kembar di dalam perut "ayo, klo mau lahiran sama ibu, lahir sebelum tgl 14 ya dek" dan ternyata malamnya si kembar lahir, padahal HPL masih awal bulan depan yang ternyata lahir awal bulan ini alias maju satu bulan
Masih banyak keajaiban-keajaiban lainnya yang sulit untuk di ceritakan satu-satu karena semuanya penuh keajaiban. Itu semua berkat doa, doa yang khusyuk pasti akan di ijabah oleh Allah, entah langsung pada saat itu juga, besok, lusa, tahun depan atau menjadi tabungan ketika di akhirat nanti. Yang pasti, semua doa-doa kita di ijabah olehNYA, karena Allah Maha Pemurah.


»»  Lanjut Yukk...