Rabu, 24 September 2014

Awal Kehamilan

Gb.Google
Kehamilanku yang kedua memang di rencanakan, karena melihat usia mas azzam sudah 3 tahunan dan ketika nanti anak kedua lahir nanti usia mas azzam genap 4 tahun. Jadi selisih usia lumayan cukup, tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat. 

Kehamilanku yang kedua ini penuh perjuangan, apa lagi ketika usia kandungan satu bulan. waktu itu mas azzam mulai masuk sekolah, lumayan cukup jauh jaraknya dari rumah. Mas azzam gak mau sekolah di deket rumah, entah kenapa, mungkin karena terlalu ramai jadi dia memilih sekolahan lain yang setiap kelasnya hanya di isi beberapa anak saja. 

Sekolah perdana, mas azzam di antar jemput suami sekalian pergi bekerja. Pada hari ketiga kalau gak salah, suami belum bisa pulang karena pekerjaan belum selesai "mb, kon jemput azzam, mas billy belum selesai" sms dari sepupu, hp suami mati karena lowbet. terkejut ketika membaca pesan tersebut, jam menunjukkan pukul 12.30, sedangkan azzam pulang sekolah jam 12.00 seketika itu aku melompat dari tempat tidur yang saat itu sedang tidur karena ketiduran jadi belum shalat dzuhur.

"walah, pye iki. belum shalat, jemput azzam naik sepeda, sudah jam segini?" gerutuku dalam hati

Ku goes sepeda dengan kecepatan tinggi, ngos-ngosan itu pasti karena sepedaku sepeda biasa tanpa pedral, jadi pegal di kaki itu jelas sudah. sesampainya di sekolah, benar saja, azzam menunggu sendirian di dampingi para guru. ku jelaskan semua ke gurunya azzam dan minta maaf telah merepotkan. Harusnya para guru sudah pulang, tapi karena menunggu azzam jadi belum pada pulang.

Istirahat 10 menit sudah cukup untuk mengembalikan tenaga yang terkuras habis ketika berangkat, sekarang waktunya pulang membawa azzam. ku bonceng dia di belakang, ku kayuh lagi ontelan pelan-pelan sambil menikmati panasnya sinar matahari di siang hari. semakin lama semakin berat kakiku ketika menggoes sepeda, karena jalan mendaki cukup tinggi hingga keringat bercucuran bak derasnya hujan. jalan mendatar pun datang, angin sepoy-sepoy menghadang di tengah jalanan gersang nan lapang karena tidak ada rumah di pinggir jalan. lohhh ternyata azzam tertidur terkena angin sepoy-sepoy, ku pegang badannya dengan tangan kiriku, sedangkan tangan kanan memegang stang sepeda. gamisku terbang naik hingga ke lutut, saking kencangnya angin, apalagi aku melawan arus angin, tak apalah yang penting masih pakai celana panjang.

Di pertengahan jalan badan ini terasa pegal, terasa lemah, tidak mampu meneruskan langkah lagi, kaki kram. akhirnya berhenti dan memindahkan azzam ke pangkuan dan kembali ku goes perlahan. tidak enak posisi seperti ini karena azzam di pangku sedangkan kaki ku menggoes, jadilah tidurnya azzam tidak nyaman tapi ia tetap tertidur pulas, ku gendong lebih dekat dengan perut, di dalam perut ada janin yang masih berumur satu bulan. ketika itu, was-was jika keguguran karena lelah dan membawa beban berat.

Di tikungan jalan raya ada penjual buah dan saat itu sedang musim buah rambutan, ada salah satu pedagang yang menawarkan rambutan kepadaku "bu, rambutan, keranjangnya masih kosong tuh" ku lempar senyum saja tetapi dalam hati dongkol. lagi kesusahan begini di tawari rambutan, memang sih si pedagang gak salah tapi akunya saja yang terlalu kelelahan, jadi bikin emosi naik :D

Alhamdulillah akhirnya sampai juga dirumah, pas sekali berbarengan dengan suami pulang dari kerja "loh mi, kok baru sampai" ucapnya

Dalam hati, dikira naik pesawat apa, ini naik sepeda. rasanya pengen nangis saat itu tapi ku tahan agar tidak terjatuh. 
Aku bersyukur, dengan beban berat seperti itu Allah masih menjaga janin yang ada di dalam kandunganku. padahal kehamilan di trimester pertama adalah kehamilan emas yang harus di jaga dan di rawat dengan baik, karena rawan keguguran. tapi ternyata kandunganku, subhanallah baik-baik saja :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar